Lapangan bulu tangkis tentu saja memiliki kriteria serta ukuran yang khusus. Bulu tangkis menjadi olahraga terpopuler di dunia. Di Indonesia, olahraga bermodalkan raket dan shuttlecock menjadi olahraga yang sering dimainkan oleh berbagai kalangan.  

 

Banyak dari mereka yang menyempatkan waktunya untuk bermain bulu tangkis dengan menyewa lapangan bulu tangkis, termasuk di wilayah Jakarta pusat. 

 

Rekomendasi Lapangan Badminton di Jakarta Pusat

 

1.Badminton Hall Garuda 

Rekomendasi lapangan badminton di Jakarta Pusat diawali dari Badminton Hall Garuda. Tempat bermain bulu tangkis satu ini terletak di Jl. Garuda No. 18, Kemayoran, Jakarta Pusat. 

 

Badminton Hall Garuda terdaftar sebagai lapangan bulu tangkis berstandar nasional. Area bermain bulu tangkis ini memiliki fasilitas parkir luas, kamar mandi, mushala dan kafe. Jadi setelah lelah bermain bulu tangkis, pengunjung bisa melepas lelah sembari mengkonsumsi makanan dan minuman yang tersedia di kafe. 

 

Adapun area bermain bulun tangkis ini memiliki area yang kedap angin. Sehingga para pengunjung tak perlu khawatir akan hembusan angin yang bisa sewaktu-waktu mengganggu arah pergerakan dari shuttlecock. 

 

2.GBK Arena

Selanjutnya ada area bermain bulu tangkis, GBK Arena. Area bermain bulu tangkis satu ini terletak di kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Jl. Asia Afrika No.40-70, RT.1/RW.3, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat. 

 

GBK Arena menjadi salah satu area bermain bulu tangkis yang sudah berstandar internasional. Tempat ini juga bisa menjadi area bermain olahraga lain seperti bola voli dan basket. GBK Arena kini menggunakan lantai karpet sebagai lantai lapangannya. 

 

GBK Arena memiliki fasilitas water heater, locker room dan cashless.  Area bermain bulu tangkis berstandar internasional ini dapat menampung 1.000 pengunjung. 

Adapun biaya sewa lapangan bulu tangkis di GBK Arena ini adalah Rp350 ribu hingga Rp500 ribu per dua jamnya.

 

Bagaimana Lapangan Bulu Tangkis di Indonesia

Prestasi permainan bulu tangkis atlet Indonesia lebih mentereng bila dibandingkan dengan jenis olahraga lainya. Banyak atlet-atlet kita yang mampu berbicara banyak di dunia internasional. Bahkan kita selalu berada pada pot unggulan pertama bila ada kejuaraan bulu tangkis beregu.

 

Nah salah satu hal yang tak bisa dipisahkan dari permainan bulu tangkis adalah lapangan permainanya. Ternyata bentuk lapangan bulu tangkis telah diatur dalam standar nasional maupun internasional.

 

Federasi Badminton Internasional (IBF) telah menetapkan dan menentukan ukuran lapangan badminton. Federasi yang saat ini berganti nama mnejadi BWF (Badminton World Federation) ini adalah induk organisasi permainan bulu tangkis di dunia.

 

Di Indonesia, organisasi yang menaungi olahraga bulu tangkis adalah PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia). PBSI berada di bawah naungan BWF. Karena itu, ukuran lapangan bulu tangkis standar nasional sama dengan standar internasional.

 

Menurut aturan BWF, berikut detail ukuran lapangan badminton tersebut:

 

Panjang lapangan bulu tangkis adalah 13,40 m

Lebar lapangan bulu tangkis adalah 6,10 m

Jarak garis servis depan dari garis net adalah 1,98 m

Jarak garis servis belakang yang digunakan untuk permainan ganda dari garis belakang lapangan adalah 0,76 m

Jarak garis servis tengah dari garis samping lapangan adalah 3,05 m

Jarak garis samping yang digunakan untuk permainan tunggal dari garis pinggir lapangan adalah 0,46 m

Tinggi tiang net adalah 1,55 m

Tinggi net adalah 1,52 m

 

Itu adalah ukuran lapangan untuk orang dewasa. Sedang untuk anak-anak yang berada di bawah umur 9 tahun ukuran lapangan badminton sedikit lebih sempit. Tepatnya memiliki panjang sekitar 10.05 meter, dan lebar 4,40 meter.

 

Lapangan Bulu Tangkis Standar BWF Partai Tunggal

 

Jika kita lihat lapangan bulu tangkis, ada dua garis pada bagian samping maupun bagian belakang. Nah pada permainan tunggal, baik tunggal putra maupun tunggal putri garis yang dipakai adalah garis lapangan samping bagian dalam dan garis belakang bagian luar.

 

Artinya ukuran lapangan bulu tangkis nomor tunggal putra dan putri adalah sebagai berikut:

 

Lebar bidang permainan 5,18 m

Panjang bidang permainan 13,40 m

Lebar bidang penerima servis 2,59 m

Panjang bidang penerima servis 4,72 m

Lapangan Bulu Tangkis Standar BWF Partai Ganda

 

Sedangkan untuk partai ganda, baik ganda putra, putri ataupun campuran, garis permainan yang digunakan adalah garis lapangan samping sisi luar dan panjangnya garis belakang bagian luar. Lebih detailnya, ukuran lapangan untuk partai ganda adalah:

 

Lebar bidang permainan 6,10 m

Panjang bidang permainan 13,40 m

Lebar bidang penerima servis 3,05 m

Panjang bidang penerima servis 3,96 m

 

Induk organisasi bulu tangkis Indonesia adalah PBSI sehingga wajib diketahui oleh masyarakat Indonesia. Setiap olahraga di Indonesia memiliki induk organisasi yang menaunginya. Karena organisasi yang baik akan menghasilkan atlet dengan prestasi yang baik juga. 

 

Induk organisasi bulu tangkis memiliki tugas pokok mengembangkan dan membina bulutangkis sebagai olahraga rakyat, meningkatkan prestasi olahraga baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional.

 

Selain itu, induk organisasi memiliki peran menyelenggarakan kejuaraan antar perkumpulan dan perorangan secara berencana di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi dan Nasional maupun Internasional.

 

PBSI merupakan singkatan dari Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia yang merupakan induk dari organisasi bulu tangkis Indonesia.  PBSI didirikan pada tanggal 5 Mei 1951 di Bandung, dengan proses yang panjang di belakangnya. 

 

Berawal dari masuknya bulu tangkis ke Indonesia yang merupakan pengaruh dari dua negara tetangga yaitu Malaysia dan Singapura. Kemudian terbentuk perkumpulan bulu tangkis di indonesia, hal ini membuat bulu tangkis semakin dikenal di kalangan masyarakat Indonesia.

 

Selain induk organisasi bulu tangkis Indonesia, ternyata ada juga induk organisasi bulu tangkis tingkat dunia yang kita kenal dengan sebutan BWF (Badminton World Federation) yang didirikan pada tanggal 5 Juli 1934 di London, Inggris. 

Pendirian BWF diinisiasi oleh 9 negara yaitu Denmark, Belanda, Inggris, Irlandia, Perancis, Selandia baru, Skotlandia, kanada dan wales. 

 

Induk organisasi bulutangkis Indonesia adalah organisasi yang membawahi urusan bulutangkis di Indonesia. Bulutangkis atau badminton merupakan salah satu cabang olahraga yang populer di dunia, terutama Asia.

 

Tiap negara memiliki organisasi bulutangkisnya sendiri, termasuk Indonesia. Induk organisasi bulutangkis Indonesia adalah pihak yang secara resmi mengatur kegiatan olahraga bulutangkis di Indonesia. Induk organisasi bulutangkis Indonesia adalah organisasi yang berdiri sejak 1951 silam.

 

Induk organisasi bulutangkis Indonesia adalah bagian dari organisasi keolahragaan yang ada di Indonesia. Melalui organisasi ini, aturan, kompetisi, manajemen atlet diatur sedemikian rupa. Induk organisasi bulutangkis Indonesia adalah pondasi penting dalam berjalannya cabang olahraga bulutangkis ini.

 

Dahulu, organisasi bulutangkis masih terpecah dan bergerak sendiri. Untuk menempuh jalan menuju satu wadah organisasi maka cara yang paling tepat adalah mempertemukan tokoh perbulutangkisan dalam satu kongres.

 

Hasilnya, dalam suatu pertemuan tanggal 5 Mei 1951 di Bandung lahirlah PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) dan pertemuan tersebut dicatat sebagai kongres pertama PBSI.

 

Dengan adanya kepengurusan tingkat pusat itu maka kepengurusan di tingkat daerah / propinsi otomatis menjadi cabang yang berubah menjadi Pengda (Pengurus Dareah) sedangkan Pengcab (Pengurus Cabang) adalah nama yang diberikan kepada kepengurusan ditingkat kotamadya / kabupaten.

 

Previous articleTwitter membuktikan fitur baru anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here